Selasa, 07 Juni 2016

Senang Berbisnis Di Bidang Sosial



Meski sudah memegang kekuasaan kepala daerah di Kab. Simalungun tidak membuat JR Saragih memjadi arogan melainkan terus memupuk rasa murah hati dan aksi berbaginya. Walaupun nantinya JR Saragih akan melepaskan kursi kekuasaannya dia tetap mempunyai keinginan yang tinggi “Saya hanya mempunyai cita-cita ingin menjadi Rektor. Karena saya ingin kembali menjadi dosen untuk kemudian menapak kursi Rektor. Saya akan meneruskan bisnis sosial di sektor rumah sakit dan pendidikan,” ujar JR Saragih.

 JR Saragih selalu mengutamkan program-program pembangunan yang berlandaskan pelayanan sosial dan keudahan bagi warga masyarakat Simalungun. “Saya berusaha berkoordinasi dengan rekan, kolega dan instansi terkait yang mau membantu, misalkan memberikan pelayanan kaki palsu gratis. Ternyata sampai sekarang masih banyak yang berminat, bahkan tidak hanya sebatas warga masyarakat Simalungun. Kami juga menggulirkan program operasi mata gratis bagi 1.000 warga masyarakat yang membutuhkan. Aksi ini juga akan kami selenggarakan di RS Efarina Etaham Brastagi. Sejauh ini sudah 300 orang mendaftarkan diri program operasi mata gratis sampai sembuh ini. Saya menyukai aksi-aksi seperti ini dan saya anggap memiliki dampak positif yang bisa secara langsung dinikmati oleh warga masyarakat yang tidak mampu,” tutur JR Saragi.

Walaupun sudah menjadi bupati tetapi JR Saragih terus meningkatkan kiprahnya di bisnis-bisnis yang kental dengan kesosialan. Dia selalu menyukai bisnis yang berbau aspek sosial tersebut. “Saya berbisnis lebih banyak cenderung mengedepankan aspek sosial. Sebab, saya suka membantu orang lain. Tapi saya tidak suka ditipu-tipu orang. Selama saya menjadi Bupati Simalungun sempat terkaget-kaget, banyak orang bicara dan minta audiensi dengan Bupati. Lalu, kami terima audiensi, eh ...yang dibicarakan itu nggak pas menurut saya. Audiensi tidak membicarakan untuk orang lain, melainkan hanya buat kepentingan pribadi. Sebab itu, kalau ada yang mau audiensi, ya saya katakan cukup di sini saja.

Banyak orang mengajukan proposal tapi tujuan untuk kepentingan pribadi. Tapi bila saya lihat proposal itu betul-betul dari orang susah yang ingin sekolah, saya pasti bantu. Sekarang lumayan anak-anak yang saya sekolahkan, dari yang masih SMA sampai kuliah di perguruan tinggi. Sekitar 42 orang saya biayai dari rezeki yang saya pisahkan sedikit-sedikit supaya mereka tetap dapat bersekolah. Membantu orang yang berobat saya juga suka.

Terus terang saja, bagi saya pribadi, berpolitik praktis itu bertentangan dengan nurani. Dan batin saya terkadang tidak bisa menerima. Sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Simalungun sering saya katakan kepada teman-teman di partai, saya tidak akan memonopoli jalannya partai. Saya berusaha membuat program-program tapi tidak memainkan uang negara. Sebagai contoh membuat baju-baju pendukung pariwisata dan langsung saya didik mereka. Saya ini kan dilahirkan sebagai orang susah, jadi perasaan ini sensitif sekali. Saya mudah terharu melihat orang susah.
Sayangnya banyak orang yang ingin memanfaatkan itu demi kepentingan pribadi. Saya langsung tidak suka. Ini barangkali kelemahan saya juga.” Tutur Bupati Simalungun JR Saragi

JR selalu berpegang teguh pada prinsip hidupnya yaitu berbagi dan memberi. Dia sangat percaya bahwa dengan memberi terlebih dahulu dapat mendatangkan kesuksesan dan membuka pintu rezeki. JR Saragih juga senantiasa menyakini bahwa kehidupan ini tidak terlepas dari anugrah Tuhan Yang Maha Kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar