Meski sudah memegang
kekuasaan kepala daerah di Kab. Simalungun tidak membuat JR Saragih memjadi arogan melainkan terus memupuk rasa murah hati
dan aksi berbaginya. Walaupun nantinya JR
Saragih akan melepaskan kursi kekuasaannya dia tetap mempunyai keinginan
yang tinggi “Saya hanya mempunyai cita-cita ingin menjadi Rektor. Karena saya
ingin kembali menjadi dosen untuk kemudian menapak kursi Rektor. Saya akan
meneruskan bisnis sosial di sektor rumah sakit dan pendidikan,” ujar JR Saragih.
JR Saragih selalu
mengutamkan program-program pembangunan yang berlandaskan pelayanan sosial dan
keudahan bagi warga masyarakat Simalungun. “Saya berusaha berkoordinasi dengan
rekan, kolega dan instansi terkait yang mau membantu, misalkan memberikan
pelayanan kaki palsu gratis. Ternyata sampai sekarang masih banyak yang
berminat, bahkan tidak hanya sebatas warga masyarakat Simalungun. Kami juga
menggulirkan program operasi mata gratis bagi 1.000 warga masyarakat yang
membutuhkan. Aksi ini juga akan kami selenggarakan di RS Efarina Etaham
Brastagi. Sejauh ini sudah 300 orang mendaftarkan diri program operasi mata
gratis sampai sembuh ini. Saya menyukai aksi-aksi seperti ini dan saya anggap
memiliki dampak positif yang bisa secara langsung dinikmati oleh warga
masyarakat yang tidak mampu,” tutur JR
Saragi.
Walaupun sudah menjadi
bupati tetapi JR Saragih terus meningkatkan kiprahnya di bisnis-bisnis yang
kental dengan kesosialan. Dia selalu menyukai bisnis yang berbau aspek sosial
tersebut. “Saya berbisnis lebih banyak cenderung mengedepankan aspek sosial. Sebab,
saya suka membantu orang lain. Tapi saya tidak suka ditipu-tipu orang. Selama
saya menjadi Bupati Simalungun sempat terkaget-kaget, banyak orang bicara dan
minta audiensi dengan Bupati. Lalu, kami terima audiensi, eh ...yang
dibicarakan itu nggak pas menurut saya. Audiensi tidak membicarakan untuk orang
lain, melainkan hanya buat kepentingan pribadi. Sebab itu, kalau ada yang mau
audiensi, ya saya katakan cukup di sini saja.
Banyak orang
mengajukan proposal tapi tujuan untuk kepentingan pribadi. Tapi bila saya lihat
proposal itu betul-betul dari orang susah yang ingin sekolah, saya pasti bantu.
Sekarang lumayan anak-anak yang saya sekolahkan, dari yang masih SMA sampai
kuliah di perguruan tinggi. Sekitar 42 orang saya biayai dari rezeki yang saya
pisahkan sedikit-sedikit supaya mereka tetap dapat bersekolah. Membantu orang
yang berobat saya juga suka.
Terus terang
saja, bagi saya pribadi, berpolitik praktis itu bertentangan dengan nurani. Dan
batin saya terkadang tidak bisa menerima. Sebagai Ketua DPC Partai Demokrat
Kabupaten Simalungun sering saya katakan kepada teman-teman di partai, saya
tidak akan memonopoli jalannya partai. Saya berusaha membuat program-program
tapi tidak memainkan uang negara. Sebagai contoh membuat baju-baju pendukung
pariwisata dan langsung saya didik mereka. Saya ini kan dilahirkan sebagai
orang susah, jadi perasaan ini sensitif sekali. Saya mudah terharu melihat
orang susah.
Sayangnya
banyak orang yang ingin memanfaatkan itu demi kepentingan pribadi. Saya
langsung tidak suka. Ini barangkali kelemahan saya juga.” Tutur Bupati Simalungun
JR Saragi
JR selalu
berpegang teguh pada prinsip hidupnya yaitu berbagi dan memberi. Dia sangat
percaya bahwa dengan memberi terlebih dahulu dapat mendatangkan kesuksesan dan
membuka pintu rezeki. JR Saragih juga
senantiasa menyakini bahwa kehidupan ini tidak terlepas dari anugrah Tuhan Yang
Maha Kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar