JR Saragih adalah bupati Kab. Simalungun Sumatra Utara, dia seorang
bupati yang mempunyai 2 buah Helikopter yang bertuliskan JR. Helikopter tersebut
di pakainya untuk berkunjung ke daerah-daerah di simalungun.
Naas, helikopter JR Saragih yang berjenis Bell 412
mengalami kecelakaan. Peristiwa tersebut terjadi di samping Rumah Sakit Efarina
Etaham, Jalan Jamin Ginting Berastagi yang membawa 5 orang penumpang. Awalnya sempat
mengira bahwa JR Saragih berada di
dalam Helikopter tersebut, namun ternyata helikopter itu hanya membawa 5 orang
pegawai Rumah Sakit Efarina Etaham milik JR
Saragih.
Ketika peristiwa tersebut terjadi
JR Saragih sedang menghadiri acara
Natal di HKBP Kota Pematangsiantar. Dikabarkan 4 orang mengalami luka-luka dan
1 orang tewas. Penyebab jatuhnya Heli tersebut juga belum diketahui. "Kejadiannya
(helikopter jatuh) sekitar pukul 10.00 WIB. Empat orang yang ada di dalam heli
tadi saya lihat dibawa ke rumah sakit, katanya mau dibawa ke Medan," ujar
Tenang Ginting Suka, warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian.
Menurutnya, helikopter
tersebut tidak mengeluarkan suara ledakan. Namun sebagian badan heli terbakar "Sekarang
lagi banyak polisi di sini memindahkan bangkai helikopter karena jatuhnya dekat
jalan. Jalan utama (Jalan Jamin Ginting) terpaksa ditutup polisi,"
jelasnya.
Saat sudah bisa di
hubungi JR Saragih mengaku sedih
dengan kejadian itu. Apalagi, kejadian tersebut menimbulkan korban tewas dan
korban luka. “Sudah dipergunakan tiga tahun ini, untuk operasional rumah
sakit,” kata Saragih kepada wartawan di Sakit Efarina Etaham Jalan Jamin Ginting,
Berastagi.
Identitas korban antara
lain Arif Setiawan (39) merupakan warga Jakarta, Pilot Heli Capt. Budi Indra
(35) alamat Jakarta, Yahya Sembiring (40) merupakan Wakil Direktur RS Efarina
Etaham, Jorank Simanjorang (45) manajer umum, dan Nilawaty br Ginting (30)
pekerja di Bagian Keuangan Rumah Sakit.
JR
Saragih pun belum mengetahui penyebab jatuhnya heli itu. “Saya
dapat informasi kalau heli itu jatuh saat baru berangkat dari Helipad diatas
rumah sakit dan itu hanya berjarak 50 meter,” kata Bupati.
Bupati JR Saragih juga menyampaikan
belasungkawa atas insiden jatuhnya helikopter di Rumah Sakit Efarina Etaham di
Kabupaten Karo. “Kita turut berduka atas kejadian yang terjadi di rumah sakit
itu,” kata JR Saragih serasa
menyatakan bukan helikopternya yang ditangisi melainkan korban isiden ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar