Selasa, 07 Juni 2016

JR Tangisi Orangnya Bukan Helikopternya!!!

JR Saragih adalah bupati Kab. Simalungun Sumatra Utara, dia seorang bupati yang mempunyai 2 buah Helikopter yang bertuliskan JR. Helikopter tersebut di pakainya untuk berkunjung ke daerah-daerah di simalungun.


Naas, helikopter JR Saragih yang berjenis Bell 412 mengalami kecelakaan. Peristiwa tersebut terjadi di samping Rumah Sakit Efarina Etaham, Jalan Jamin Ginting Berastagi yang membawa 5 orang penumpang. Awalnya sempat mengira bahwa JR Saragih berada di dalam Helikopter tersebut, namun ternyata helikopter itu hanya membawa 5 orang pegawai Rumah Sakit Efarina Etaham milik JR Saragih.

Ketika peristiwa tersebut terjadi JR Saragih sedang menghadiri acara Natal di HKBP Kota Pematangsiantar. Dikabarkan 4 orang mengalami luka-luka dan 1 orang tewas. Penyebab jatuhnya Heli tersebut juga belum diketahui. "Kejadiannya (helikopter jatuh) sekitar pukul 10.00 WIB. Empat orang yang ada di dalam heli tadi saya lihat dibawa ke rumah sakit, katanya mau dibawa ke Medan," ujar Tenang Ginting Suka, warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian.

Menurutnya, helikopter tersebut tidak mengeluarkan suara ledakan. Namun sebagian badan heli terbakar "Sekarang lagi banyak polisi di sini memindahkan bangkai helikopter karena jatuhnya dekat jalan. Jalan utama (Jalan Jamin Ginting) terpaksa ditutup polisi," jelasnya.
Saat sudah bisa di hubungi JR Saragih mengaku sedih dengan kejadian itu. Apalagi, kejadian tersebut menimbulkan korban tewas dan korban luka. “Sudah dipergunakan tiga tahun ini, untuk operasional rumah sakit,” kata Saragih kepada wartawan di Sakit Efarina Etaham Jalan Jamin Ginting, Berastagi.
Identitas korban antara lain Arif Setiawan (39) merupakan warga Jakarta, Pilot Heli Capt. Budi Indra (35) alamat Jakarta, Yahya Sembiring (40) merupakan Wakil Direktur RS Efarina Etaham, Jorank Simanjorang (45) manajer umum, dan Nilawaty br Ginting (30) pekerja di Bagian Keuangan Rumah Sakit.

JR Saragih pun belum mengetahui penyebab jatuhnya heli itu. “Saya dapat informasi kalau heli itu jatuh saat baru berangkat dari Helipad diatas rumah sakit dan itu hanya berjarak 50 meter,” kata Bupati.
Bupati JR Saragih juga menyampaikan belasungkawa atas insiden jatuhnya helikopter di Rumah Sakit Efarina Etaham di Kabupaten Karo. “Kita turut berduka atas kejadian yang terjadi di rumah sakit itu,” kata JR Saragih serasa menyatakan bukan helikopternya yang ditangisi melainkan korban isiden ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar