Di Sumatra utara
terdapat makanan khas yang sangat enak, salah satnya adalah Dayok Nabinatur. Jika di artikan Dayak
(Ayam) Nabinatur (Memotong bagian tubuh ayam secara teratur) dan akan di
sajikan dengan teratur berbentuk layaknya ayam hidup dan dimasak dengan bumbu
dan rempah-rempah asli Simalungun.
Dayok Nabinatur dulu
dihidangkan hanya kalau ada acara-acara tertentu. Makanan ini memiliki filosofi
agar kehidupan kita menjadi terarah. Dalam proses Dayok Nabinatur sering
disebutkan kata-kata seperti, “Sai Andohar ma songon paratur ni Dayok Nabinatur
on....” yang artinya semoga kita bisa menjadi orang yang lebih baik dan hidup
sesuai dengan aturan yang ada.
Masakan ini adalah
masakan yang sangat di sukai oleh orang Kab. Simalungun bahkan Bapak Bupati JR Saragih juga menyukainya.
Bahan – bahan / Bumbu :
- Ayam kampong 1 kor ya (porsi sekeluarga)
- Kulit batang daun salam
- Kelapa paru 1 buah
- Lengkuas biji
- Jahe 1 biji
- Serai 5 batang
- Bawang merah 5 siung
- Bawang putih 2 siung saja cukup
- Daun salam
- Lada secukupnya
- Cabe merah
- Santan
Cara membuatnya :
- Siapkan ayam dan potong sesuai dengan bagian tubuh ayam
- Ambil daging dan bagian ayam(untuk di cincang), sisihkan
- Haluskan semua bumbu dan campur jadi satu.
- Tumis bumbu yang sudah di haluskan, batang serai dan daun salam di masukan dan juga masukan daging ayam yang sudah di potong bagian bagian nya
- Tunggu kurang dari 10 menit, kemudian masukan kelapa parut yang sudah di sangria. Biarkan selama 30 menit sampai ayamnya matang kemudian di angkat.
Setelah ayam matang,
kemudian daging dan bagian-bagian ayam yang sudah d potong-potong di susun
kembali di piring besar hingga
menyerupai bentuk asli dan siap untuk disajikan.
Inilah salah satu
masakan adat Simalungun yang perlu di lestarikan oleh masyarakat agar tetap
terjaga sampai generasi yang akan datang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar